Featured Post Today
print this page
Latest Post

Belajar dari KOPMA

sudah hampir satu tahun saya ikut berpartisipasi dalam sebuah UKM ( Unit Kegiatan Mahasiswa), hal ini baru-baru ini saya rasakan karena sebelumnya saya hanyalah siswa biasa dan tak pernah mengikuti satupun organisasi ketika masih menjabat sebagai siswa disekolahan. namun ketika beranjak ke jenjang lebih tinggi dalam pendidikan mata saya mulai terbuka pada salah satu UKM yaitu  KOPMA Kaula Cedikia persis dengan di samping logonya. Kenapa saya memilih Kopma? karena anggota kopma itu bersahabat walau banyak diantaranya diselingi dengan beberapa masalah. tetapi karena kita disini tidak sendiri hal tersebut dapat diatasi dengan bersama, disini juga tidak membeda bedakan antara senior dan junior yang membuat kita berjalan bersama dan menjalani kegiatan secara bersama-sama yang membuat kita nyaman dan tak sungkan bercengkramah dan bertukar pikiran bersama para senior. karena pada dasarnya koperasi menganut prinsip kekeluargaan dan gotong royong. apa saja sih kegiatan di Kopma? setelah ditelusuri ternyata banyak hal yang dapat dilakukan di kopma diantaranya. ikut berpartisipasi dalam penjualan di warung kopma, mengadakan bazar dikampus, sharing dengan anggota Kopma kampus lain, studi banding ke kopma lain, mengikuti seminar yang berkaitan dengan kopma, bekerja sama dengan organanisasi lain dan masih banyak kegiatan lainnya. bagi anda yang memnpunyai jiwa enterpeuner sepertinya cocok berada disini karena disini anda dapat belajar banyak hal tentang bagaimana melakukan kerjasama dengan orang lain dan berwira usaha tentunya. dan yang perlu anda ketahui dari koperasi banyak yang bermunculan sebagai usaha yang sangat besar seperti di bandung yang berawal dari usaha kecil kripik pedas menjadi usaha yang omsetnya jutaan rupiah. jika dikembangkan dengan benar koperasi mampu merubah pperekonomian rakyat kepada perekonomian yang lebih maju. seperti yang dikatakan walikota cirebon kemarin, jika semua masyarakat menengah kebawah pada setiap orangnya meminta modal pemerintah mungkin tidak dapat masyarakat satu persatu alangkah lebih baik jika diadakan koperasi-koperasi di tengah masyarakat seperti koperasi masjid. mungkin itu lebih mudah dijangkau dan lebih efisien. karena sekarang syarat mendirikan koperasi masihlah sangat mudah. tergantung niat kita semuanya akan berjalan dengan lancar. namun saat ini koperasi masih tidak dijadikan prioritas utama bagi masyarakat. masyarakat lebih cenderung melakukan simpan pinjam pada lembaga perbankan. mungkin hal tersebut terjadi karena sumber informasi mengenai koperasi saat ini sangat minim bahkan nyaris tidak ada seperti di bidang pendidikan tidak ada pelajaran yang khusus membahas tentang perkoperasian padahal ini adalah amanat pancasila. sebenarnya jika pada setiap desa diadakan koperasi mungkin akan mengurangi jumlah pengangguran didesa-desa dan kemiskinan juga dapat ditanggulangi dengan berkoperasi. semoga hari esok koperasi merubah indonesia kepada perekonomian yang lebih baik dan sejahtera. informasi ini sebagian besar didapat dari seminar sehari dan pengalaman di kopma. bagaimana dengan pengalamanmu di kopma kalian?

KOPERASI ITU...
DARI ANGGOTA - OLEH ANGGOTA - UNTUK ANGGOTA
0 komentar

JADWAL KULIAH SEMESTER 3


Semester 3KuliahRuang
CPI204 Morfologi 2 Rabu 12:30:00 3.25
CPI407 Apresiasi Puisi Selasa 12:30:00 3.25
CPI831 Penulisan Naskah 1 Jumat 07:00:00 RB1
CPI504 Menulis Senin 12:30:00 3.25
CPI503 Penulisan Populer Selasa 09:30:00 1.07
CPI302 Perkembangan Peserta Didik Senin 15:00:00 3.25
CPI227 Psikolinguistik Rabu 14:10:00 3.25
CPI252 Teori Belajar Bahasa Kamis 12:30:00 1.06
0 komentar

Pertemuan Bulan September

september sudah memasuki pada awal bulan dan itu merupakan awal dari pekuliahan. mungkin tak semua orang menyukai itu karena masuk kuliah lebih cepat dari apa yang sudah direncanakan, tak semua orang dapat menerima ini. karena mainsheet mereka masih memikirkan begitu senangnya liburan namun karena hal tersebut datanglah beberapa kekecewaan dihati mereka walau tak banyak diungkapkan. awal kuliah selalumenjadi awal pekerjaan yang baru lebih tepatnya tugas-tugas baru begitulah pekerjaan yang harus dikerjakan seorang mahasiswa pada umumnya. bertemu dosen-dosen baru walau yang lama juga masih tetep ada. jadi, janganlah sungkan menuruti apa yang dosenmu katakan atau kelak kau akan menyesal. kegiatan mahasiswa pada awal pertemuan adalah pengenalan silabus bagaimana selama satu semester mahasiswa diajar oleh para dosen. itu mungkin menjadi hal yang baru dirasakan oleh mahasiswa baru. karena atmosfir sekolah dan universitas itu memanglah berbeda. disekolah mekai seragam namun ketika di universitas anda punya gaya sendiri terhadap fashion. namun, tidak begitu berlaku terhadap mahasiswa FKIP khususnya. di FKIP masih terikat dengan beberapa peraturan seputar pendidikan seperti tidak memakai kaos diharuskan memakai kemeja dan sejenisnya, tidak bisa memakai jeans ketika melaksanakan perkuliahan. potongan rambut yang rapih itu yang membedakan mahasiwa FKIP dengan mahasiswa lainya. namun jangan berkecil hati karena kelak anda menciptakan orang-orang yang berfikir cerdas dan pintar.

jika semua dapat berjalan dengan lancar semua akan sesuai dengan apa yang akan kamu inginkan. semua itu dapat diwujudkan dengan niat yang tekad dan perbuatan yang serius. awal september bagi saya cukup menyenangkan. karena kegiatan pada awal masuk kuliah dapat terlaksana dengan begitu lancar dan memuaskan yang menandakan bahwa beban kegiatan kini mulai berangsur mengurang. menjadi bagian suatu organisasi jika di jalankan dengan keinginan yang cukup dan dijalani dengan senang hati akan dapat terlampaui dengan mudah begitulah yang sedang saya rasakan. seperti hari ini yang begitu berkesan karena kita dapat berkumpul ditempat yang bersahabat dengan orang-orang yanag mendukung. saya bersyukur berada disini bersamamu disamping orang yang penuh kenangan dan perjuangan. semoga awal september dan bulan lainnya akan selalu berisi orang yang istimewa dengan cerita yang menarik dan dapat dikenang kapanpun dengan begitu indah. terimaksih tuhan atas kenikmatannya yang tiada henti tercurahkan kepadaku. semoga hari ini seindah hari yang akan datang. tulisan ini tertulis tidak luput dari dorongan dari dosen dan keinginan belajar yang mempuni. kesalahan demi kesalahan sudah pasti akan slalu ada namun bagaimana kita dapat meminimalisirkannya dan menerimanya. jadi selama menjadi mahasiswa saya boleh salah. itulah yang pernah saya dengar dan masih dapat diterima logika dengan konteks yang benar. terimakasih


SEMOGA SEPTEMBERKU SELALU BERSEMI



0 komentar

Mengatasi Mati Lampu Ala Morooy

halo semuanya, semoga masih diberikan hidup yang sehat dan damai. kali ini saya ingin membagikan beberapa tips untuk anda. tidak bermaksud mengajari ataupun apalah itu. disini saya hanya mengungkapkan apa yang pernah yang saya bisa dan apa yang saya tahu semoga bisa bermanfaat untuk saya dan untuk kalian juga tentunya. okeh langsung saja pada permasalahan bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak and uncatagories dkk. mungkin kalian semua sudah pernah mengalami mati lampu atau pemadaman listrik lebih tepatnya. dijaman yang serba absurd ini listrik sudahlah mendarah daging dalam tubuh kita hampir 70% kegiatan sehari-hari kita menggunakan listrik. apa yang kalian rasakan jika listrik padam? mungkin jengkel, marah marah sama PLN, diam dan sebainya. mungkin itulah gambaran yang kalian rasakan.

beberapa waktu silam terjadi pemadaman listrik berjamaah dirumah saya, waktu itu hujan deras dan suasana ramai oleh suara kodok yang seperti tercekik-cekik. didalam rumah saya dan keluarga hanya bisa diam karena bingung persedian lilin dirumah hanya tersisa setengah batang saja. yang lebih parah lagi lampu emergensi yang seharusnya terisi full malah ngedrop. hilanglah fungsi lampu ini. sangat ironis keadaan ini, yang tersisa hanyalah korek api dan kompor gas saja. ini tidak memungkinkan digunakan untuk menjadi alat penerangan.

apa yang anda lakukan jika terjebak didalam keadaan ini? keluar rumah hujan deras, nyalain lilin pasti habis, tidur mungkin menjadi solusi yang tepat. namun disinilah muncul ide yang sederhana ini. mungkin ini pernah dilakukan anda di rumah. namun tidak ada salahnya jika ini saya bagikan untuk kalian yang mengetahuinya. inilah sember cahaya alternatif yang dapat digunakan ketika mati lampu.


memang terlihat seperti lentera pada umumnya. namun tunggu dulu broh, penampilan bisa menipu. ini adalah evolusi dari lentera berbahan bakar minyak tanah. kalian sendiri taulah sekarang cari minyak tana itu sudah susah. terus ini nyalanya pake apa dong? spirtus yah, lilin yah, gas yah. kalau anda berfikir begitu coba pikirkan lagi. ini dalah lentera berbahan bakar minyak goreng. iyah ini bisa nyala pake minyak goreng. .

selama ini kita berfikir bahwa minyak goreng hanya dimanfaatkan untuk menggoreng makanan atau sejenisnya saja. ketika sudah selesai sisa minyaknya dibuang begitu saja. okeh mulai sekarang jangan buang minyak sisa anda terlebih dahulu. karena ini akan sangat berguna untuk kalian ketika terjadi sesuatu yang tak terduka seperti diatas. karena sisa minyak ini akan menyelamatkan anda ketika anda dalam keadaan kegelapan dimalam hari.

terus bagaimana tuh bikinnya? okeh broh, cukup mudah kok bikinya. kalian cukup sediakan, kapas, botol bekas, tutup botolnya, korek api dan yang paling penting sisa minyak gorengnya. sudah segitu saja gampangkan. kalau sudah terkumpul semua barang-barangnya. berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. siapkan botol, usahakan seteril dan bersih
2. tuangkan sisa minyak goreng kedalam botol secukupnya
3. gulung-gulung kapas sehingga membentuk sepeti sumbu
4. lubangi tutup botol pada bagian tengah kemudian masukan kapas
5. baluri seluruh bagian kapas dengan minyak
6. nyalakan api dan bakar kapasnya
7. selamat mencoba

iyah mungkin itu saja yang harus kalian untuk mendapatkan penerangan yang menurut saya ramah lingkungan ;D
ini juga dapat dibuat dengan kaleng atau bahan lainya yang kuat terhadap api. semoga anda mendapat manfaat setelah membaca artikel ini. terimakasih sudah berkunjung diblog yang masih awam ini semoga akan muncul lagi inovasi-inovasi yang lebih kreatif lagi dari ini. amiiin . .

inilah solusi ala morooy ketika mengahadapi mati lampu yang tidak tahu kapan datang dan perginya, selamat mencoba broo. .

udah ah ngetiknya mati lampu cuy. . :D


0 komentar

Makalah - SISTEM NILAI KOMUNIKASI & BAHSA SEBAGAI PETA BUDAYA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Banyak ahli dan peneliti sepakat bahwa bahasa dan budaya adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebelumnya, pakar-pakar linguistik juga sudah sepakat antara bahasa dan budaya memiliki kajian erat. Kajian yang sangat terkenal dalam hal ini adalah teori Sapir-Whorf. Kedua ahli ini menyatakan, “Jalan pikiran dan kebudayaan suatu masyarakat ditentukan atau dipengaruhi oleh struktur bahasanya” (Chaer, 2003:61). Noam Chomsky juga sepakat bahwa kajian bahasa memiliki erat kaitan dengan budaya. Demikian halnya dengan Eric Lenneberg yang memiliki kesamaan pandangan dengan teori kebahasaan yang dikemukakan oleh Chomsky dan Piaget (Chaer, 2003:52-58).
Bahasa merupakan suatu interpretasi dari diri seseorang. Dalam kehidupannya setiap manusia menggunakan bahasa untuk proses komunikasi. Secara harfiah bahasa merupakan suatu bentuk ungkapan komunikasi dalam setiap pertuturan. Proses komunikasi akan lancar apabila dalam proses itu menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks dari siapa yang berbicara, lawan bicara dan konteks keadaan percakapan. Proses komunikasi dilakukan setiap orang untuk menghasilkan tujuan dari topik yang dibicarakan. Suatu proses komunikasi akan berlangsung dengan lancar apabila dalam situasi itu komponen komunikasi memiliki bahasa-bahasa yang dianggap menjadi pendekat satu sama lain.

1.2.            Rumusan Masalah
1.  Apa Penjelasan dari Bahasa dan Budaya?
2.  Maksud dari Kesalahpahaman Berbahasa?
3.  Apa Perbedaan Bahasa Binatang dan Bahasa Manusia?

1.3.      Tujuan
1. Menjelaskan Definisi Kepercayaan dan Nilai
2.  Menjelaskan Bahasa Binatang dan Bahasa Manusia
3.  Mengetahui Pengertian Permainan Berbahasa

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.             Agama sebagai Pandangan Dunia

Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Agama memiliki dimensi spiritual dan sosial.  Manusia menurut filosofi agama adalah makhluk yang memilikiunsur ruh dan jasmani. Kedua unsur bukan sesuatu yang dapat dipisahkan, dualitas apalagi didikotomikan. Keseimbangan dalam agama berangkat dari gerak ruhani ketiga potensi tersebut (akal, emosi, syahwat). Perubahan dalam diri tersebut mempengaruhi perubahan yang terjadi diluar diri kita. Setelah meninjau aspek keseimbangan, maka paling tidak dalam kehidupan kolektif akan berbenturan dengan kepentingan sebagai sesuatu yang melekat pada perjalanan manusia. Kepentingan yang tidak mungkin bisa dilepaskan adalah kepentingan sosial; tanggungjawab dan kerjasama. Masalah sosial akan terkena hukum materi sebagai konsekuensi kehidupan manusia yang menyejarah.

Sebagai pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun dapat ditemukan, setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan nilai-nilai yang benar.

2.2.            Kepercayaan dan Nilai

Nilai adalah suatu tipe kepercayaan yang berada dalam ruang lingkup system kepercayaan, dimana seseorang harus bertindak atau menghindari suatu tindakan, atau mengenai suatu yang tidak pantas atau yang pantas dikerjakan, dimiliki dan dipercayai. Jika nilai diterapkan dalam proses belajar mengajar dapat diartikan sebagai pendidikan yang mana nilai dijadikan sebagai tolak ukur dari keberhasilan yang akan dicapai dalam hal ini kita sebut dengan pendidikan nilai.
Sehingga nilai dalam arti sepenuhnya adalah nilai yang kita pilih secara bebas. Yang dalam hal ini adalah pengaktualisasian nilai-nilai Islam dalam tradisi budaya Jawa yang nantinya disajikan beberapa nilai-nilai yang akan diterapkan dan dilaksanakan secara langsung dalam kehidupan masyarakat Islam Jawa. Sehingga dari situlah realisasi dari pada nilai itu terlaksana dengan baik. Jadi nilai-nilai Islam pada hakikatnya adalah kumpulan dari prinsip-prinsip hidup, ajaran-ajaran tentang bagaimana seharusnya manusia menjalankan kehidupannya di dunia ini, yang satu prinsip dengan lainnya saling terkait membentuk satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisah-pisahkan.

Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercay Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

1. Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.

3. Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban. Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.

4. Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.

2.3.            Individualitas dan kolektivitas Budaya

Individualitas dan kolektivitas merupakan dimensi kebudayaan yang menunjukkan adanya sikap yang memandang kepentingan pribadi dan keluarga sebagai kepentingan utama ataukah sebagai kepentingan bersama di dalam suatu kelompok. Dimensi ini juga dapat terjadi di masyarakat, dan organisasi. Dalam organisasi yang masyarakatnya mempunyai dimensi Collectivism memerlukan ketergantungan emosional yang lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang memiliki dimensi Individualism (Hofstede: 1980 217). Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat individualisme diantaranya adalah: tingkat pendidikan, sejarah organisasi, besarnya organisasi, tehnologi yang digunakan dalam organisasi, dan subkultur yang dianut oleh organisasi yang bersangkutan.
Hofstede menurunkan konsep budaya dari program mental yang dibedakan dalam tiga tingkatan (Hofstede 1980: 15), yaitu:
1)      tingkat universal, yaitu program mental yang dimiliki oleh seluruh manusia. Pada tingkatan ini program mental seluruhnya melekat pada diri manusia,
2)      tingkat collective, yaitu program mental yang dimiliki oleh beberapa, tidak seluruh manusia. Pada tingkatan ini program mental khusus pada kelompok atau kategori dan dapat dipelajari.
3)      tingkat individual, yaitu program mental yang unik yang dimiliki oleh hanya seorang, dua orang tidak akan memiliki program mental yang persis sama. Pada tingkatan ini program mental sebagian kecil melekat pada diri manusia, dan lainnya dapat dipelajari dari masyarakat, organisasi atau kelompok lain.

2.4.            Bahasa Binatang dan Bahasa Manusia
Manusia ketika diturunkan ke bumi adalah untuk menjadi khalifah, itu artinya ketika manusia itu diturunkan ke bumi oleh Allah mereka membawa sesuatu alat yang ada pada dirinya. Katakanlah dia itu adalah akal. Alat yang mampu membuat manusia berpikir dan bertahan hidup dibumi. Dari akal tersebut seorang manusia mampu memelihara kehidupan dengan sistematika yang teratur sehingga menciptakan kebudayaan dan peradaban yang berkelanjutan.

Yang dilakukan hewan itu adalah berdasarkan naluri/instinct bawaannya ketika lahir. Sidi Gazalba mendefinisikan naluri/instinct tersebut dengan suatu kemauan tak sadar dalam diri manusia, hewan dan tumbuhan yang dibawa lahir. Sebagai contoh kecil mari kita cermati seekor kerbau afrika yang baru pertama kali lahir sudah mampu untuk berdiri tanpa harus diajarkan oleh ibunya dan tanpa melalui proses berpikir yang panjang.

Manusia mempunyai perasaan rohania, oleh karenanya ia mampu ketawa, menangis, bersedih dan bahagia. Proses yang demikian itu tidak dapat ditemui dalam dunia hewan. Dan yang lebih penting adalah manusia itu mampu berpikir. Salah satu kemampuan manusia dalam hal berpikir adalah mereka mempunyai bahasa yang tidak dipunyai oleh hewan. Kalau manusia mampu berbagi perasaan sedih, bahagia, dan galau dengan manusia lewat bahasa maka hewan tidak bisa melakukan hal seperti itu. Manusia mampu berkomunikasi dengan baik satu sama lain melalui bahasa yang dipakainya.

Sementara hewan hanya mampu berkomunikasi lewat tanda suara yang ia keluarkan, lihatlah serigala ketika mendapati mangsanya serigala menyuarakan baungan dan untuk waktu yang tidak lama sekawanan serigala muncul berkumpul mengepung mangsa (tanpa berkomunkasi lagi karena selanjutnya adalah insting/naluri).
2.5.            Permainan Bahasa
Permainan bahasa atau language game yang dikembangkan oleh Ludwig Wittgenstein, seorang filsuf dari Austria adalah sistem memanipulasi kata-kata yang diucapkan oleh suatu komunitas tertentu yang biasanya digunakan untuk mencoba menyembunyikan percakapan mereka dari orang lain. Bahasa permainan ini bukanlah sebuah permainan pola kata yang kita pelajari di bangku sekolah dulu, tentang bagaimana menyusun beberapa suku kata acak menjadi satu kalimat yang utuh atau melengkapi paragraf dengan pilihan kata yang tersedia. Bahasa permainan yang dimaksud disini adalah bahasa yang disusun sedemikian rupa sehingga berbeda dari bentuk aslinya dan menjadi sesuatu yang terdengar asing dari pemahaman pada umumnya.

Hampir semua negara di dunia memiliki bahasa permainan. Tiap daerah sudah pasti memiliki language game masing masing. Di Makassar misalnya , kita pasti sudah sangat akrab dengan bahasa G, seperti pada kata apa menjadi agapaga, kenapa menjadi kegenagapaga atau bahasa P, seperti kata mau menjadi mapaupu dan tidak menjadi tipidapak. Bahasa ini kerap kali digunakan oleh kaum perempuan untuk bergosip, membicarakan ketidaksenangan terhadap sesuatu dengan menggunakan bahasa yang tidak familiar untuk menghindari ketersinggungan.

2.6.            Kesalahpahaman Berbahasa

Tak siapapun menyangkal  peran penting bahasa dalam kehidupan manusia. Dengan bahasa, manusia dapat saling berkomunikasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta kebudayaan dalam rangka membangun peradaban yang lebih baik. Bahasa menyimpan seluruh warisan peradaban manusia. Pencarian makna sejarah suatu bangsa, misalnya, dilalui lewat bahasa, sebab ke dalam bahasalah bangsa tersebut menitipkan seluruh pesan, harapan, cita-cita dan pengalaman hidup mereka  bagi generasi berikutnya.
Lebih dari sekadar pernyataan biasa, ungkapan Wittgenstein menyiratkan makna bahwa kemampuan berbahasa seseorang sangat menentukan sejauh mana dia mampu menembus batas-batas dunianya sendiri. Adalah  bahasa  yang membedakan manusia dari makhluk-makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Sebab, hanya manusia yang dapat memproduksi sistem bunyi (sound system) yang demikian kompleks. bahasa sering disepelekan banyak orang.  Buktinya, banyak warga masyarakat kita membuat kesalahan-kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi andaikan saja sadar bahwa bahasa menggambarkan citra sosial, emosional, psikologis bahkan  dan intelektual penggunanya.
Misalnya, betapa salah ucap kata-kata yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang begitu jelas terjadi bukan hanya di kalangan kelas bawah, tetapi juga elit. Misalnya, publik diucapkan pablikpasca dibaca paska, musyawarah dilafalkan musyawaroh, Arab diucapkan Arob, klien diucapkan klain, sukses dibaca sakses, produk dibaca prodak, faks dibaca feks, psikologi diucapkan saikoloji, dapat dibaca dapet, semakin dilafalkan semangkin dan masih banyak lagi yang lain. Salah ucap istilah asing yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia malah lebih banyak lagi. Inilah cermin konkret perilaku berbahasa masyarakat kita
   

BAB III
PENUTUP

3.1.            Kesimpulan
Tanpa adanya aturan sebuah permainan dan komunikasi, bahasa akan menciptakan  kekacauan yang urutannya bangunan ilmu pengetahuan dan tertib sosial juga akan ikut kacau. Berbahasa yang benar memang bukan sekadar menata kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi paragraf sesuai aturan gramatika, melainkan pula harus menyiratkan makna dengan penuh kejujuran.
3.2.            Saran

Gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar.





DAFTAR PUSTAKA

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Sumber Internet:
triicecsfabregas.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.htmlaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2281815-definisi-nilai/#ixzz2Ok7UHGCT
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. morooy - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger